TERAPI CADEL

“Sekawwang tawwik nafaaas dan wwileks-kan tubuh anda…..”

hahaha suara tersebut kok terdengar aneh yaaa?, “hmmmmm… benar dugaan saya, seorang teman saya sedang menginduksi klien yang mau dihipnoterapi, tapi….ko kondisi klien “terlihat” tidak nyaman bahkan sekonyong-konyong klien tersebut buka mata dan bilang bahwa “mas…, saya ga bisa dihipnotis kayanya ya? ko aku susah banget!” dengan jurus-jurus tertentu dia mengemukakan alasan nya kenapa dan dicoba lagi hingga 5 kali dan kejadiannya berulang terus lagi dan lagi dengan alasan yang “sama”… susah dihipnotis!!!. Setelah saya chunk down ternya…taaaa oalaaa klien merasa tidak nyaman karena teman saya “CADEL”…!! yup cadel dengan kategori sulit menyebutkan huRRuf “R”dengan jelas, saya penasaran wooow kok bisa ya? emang ngaruh gitu karena cadel orang sulit masuk kondisi trance? usut punya usut ternyata klien tersebut menganggap “lucu” sampai nahan ketawa dan hal itu mengganggu fokus terhadap induksinya.

Wokeh bray en braywati…(gaya bahasa gaul sekarang pengganti bro dan sist hehe), LUPAKAN cerita tersebut sejenak karena saya bukan mau menceritakan tentang gagal dalam proses hypnosis, disini saya lagi bahas “orang cadel” kategori huruf “R” kok pake kategori segala emang ada ya…?
Menurut beberapa sumber yang saya kutip bahwa Cadel itu sendiri adalah ketidakmampuan mengucapkan satu huruf unik, umumnya huruf R, meski ada juga sebagian orang yang justru bisa menyebut huruf R, namun cadel untuk huruf lainnya. Orang Jepang misalnya, kebanyakan cadel pada huruf L. Ada beragam variasi cadel pada anak. Ada yang menyebut “R” jadi “L”, “K” jadi “T”, ‘K” jadi “D”, atau “S” dengan “T”, sering terbalik-balik. Tetapi tiap orang (biasanya dimulai dari anak-anak) variasinya berbeda-beda. Jadi yang dimaksud cadel adalah KESALAHAN PADA PENGUCAPAN.

Memang semestinya pada rentang usia pra-sekolah, anak sudah bisa mengucapkan seluruh konsonan dengan baik. Sebab menginjak usia 3-4 tahun, otot-otot lidahnya mulai matang. Hanya saja, perkembangan setiap anak berbeda. Jadi wajar meski usianya sama tapi masih ada anak yang cadel. Sayangnya, cukup sulit mendeteksi, apakah kecadelan di usia 3-5 tahun akan berlanjut terus atau tidak karena menyangkut sistem saraf otak yang mengatur fungsi bahasa, yakni area broca yang mengatur koordinasi alat-alat vokal dan area wernicke untuk pemahaman terhadap kata-kata, kesulitan mendeteksi juga disebabkan pada rentang usia 3-5 tahun kemampuan anak masih berkembang. Artinya dia sedang dalam proses belajar berbicara. Ia tengah berada pada fase mulai menyesuaikan, mulai menambah perbendaharaan kata, meningkatkan pemahaman mengenai bahasa dan perkembangan makna kata. Termasuk juga penguasaan konsonan tertentu karena kurang matangnya koordinasi bibir dan lidah dan keluarlah kata cadel entah saya ga ngerti kata itu datangnya darimana (sunda ato jawa kali ya..?hehehe).

Menurut Analisa dan penelitian saya yang ditemukan dilapangan Cadel ada 3 jenis :
1. Cadel lidah pendek ; penyebutan “R” nya ada tapi kurang jelas.
2. Cadel tenggorokan : penyebutan “R” dengan tenggorokan.
3. Cadel bibir : penyebutan “R” dengan bibir.
(kalo salah mohon di introspeksi ya…)
NB PENTING : Pengkategorian ini adalah menurut asumsi dan analisa saya semata, Cadel yang saya temukan adalah bukan karena kerusakan sistem syaraf bawaan atau penyakit seperti cadel karena stroke dll, Karena dari intake interview yang saya lakukan klien ingat dulu nya itu NORMAL dan ga ada kasus cadel ARTINYA BISA JADI yang menentukan klien cadel adalah FAKTOR LINGKUNGAN.
Dari tiga kategori cadel diatas yang paling sulit saya tangani yaitu kategori nomor 3 walopun “kesembuhannya” 70%, tapi paling tidak mereka sudah menikmati RRRRenyahnya hurrruf RRR hehe.

        (22 JUNI 2018 = CATATAN TAMBAHAN :

  1. SUDAH 10 TAHUN SAYA MENYEBUTKAN 3 KATEGORI CADEL, SILAHKAN ANDA GOOGLING, SEMUA KATEGORI YANG BEREDAR DI INTERNET YANG MEMFORMULASI DAN MENYUSUN KATEGORI PERTAMA KALI TENTANG KATEGORI : “LIDAH PENDEK, TENGGOROKAN DAN BIBIR” YA SAYA SENDIRI , HAL INI BERDASARKAN HASIL PENELITIAN INDEPENDENT SAYA SELAMA BERTAHUN-TAHUN, JIKA ANDA MENEMUKAN KATEGORI CADEL VERSI SAYA DIMANAPUN DI INTERNET BERARTI PASTI JIPLAK DARI PENELITIAN SAYA, DAN SAYA SUDAH MENDAFTARKAN KE HAKI (HAK CIPTA KEKAYAAN INTELEKTUAL) SAYA TIDAK BERTANGGUNG JAWAB JIKA ADA YANG MENGATASNAMAKAN PRIBADI SAYA DENGAN ALASAN APAPUN TANPA KONFIRMASI RESMI.
  2. FORMULASI SEKARANG PUN SAYA SUDAH MENYERTAKAN VIDEO DENGAN HAK CIPTA, JADI JIKA BEREDAR VIDEO TERAPI DARI SAYA, MENGKOPI DAN MENYEBARLUASKAN TANPA SEIZIN SAYA, SUDAH TENTU NANTI ADA TINDAKAN HUKUM DARI SAYA DAN LEGAL KAMI)

Naaaaahhh…….lantas kenapa saya posting artikel disini tentang cadel, yang notabene ga ada hubungannya sama sekali dengan Hypnosis kok!! nah lohh..sok tau banget ya nih si gua hehehe, yang jelas menurut saya sih sangat berhubungan sekali kaitannya dengan hypnotist dan hypnotherapist (sok diplomatis nih :p) … wong “nyekill” dengan modal cuma bibir dengan kata yang dirangkai harmonis dan sinergis sehingga tercipta “kalimat ajaib yang membius” kliennya hingga trance, yang kira-kira membutuhkan kalimat progrssive yang jelas artikulasi dan intonasinya, tentuuuu… menambah tingkat percaya diri hypnotist dan Hypnotherapist dalam menyusunnya kaan?

Dalam perjalanan menjadi pembelajar mind therapist dengan metode hypnosis, saya menemukan kira-kira 4 kasus cadel, termasuk jika anda masih ingat teman saya yang diatas loh dengan kalimat “wwiiillleeeks” nya, yang retrieved ato ditemukan root cause nya dengan teknik hypnosis, yaitu dengan Hypnoanalysis atau yang dikenal dengan teknik regressi khususnya Affect bridge. Yang lebih menarik, saya justru mengkombinasikan dalam terapi cadel ini dengan teknik Beatbox yang saya miliki. looooh opo meneeh iki..?? gampangnya beatbox adalah teknik meniru suara musik semirip mungkin yang modalnya juga cuma bibir (ya rada mirip accapela) cuma dilakukan cuma satu orang…asyiik khaan?

Kembali ke cerita yaa… Lantas gimana caranya saya bisa membantu mereka yang cadel hingga “MENEMUKAN HURUF YANG HILANG” dan bisa beRRRRRRhasil?
Berikut saya share kan…. gunakan Affect bridge untuk menemukan Initial Sensitizing Event (ISE) meskipun nanti melewati Subsequent Sensitizing Event (SSE) fokuslah ke ISE nya agar kita tahu akar masalah nya karena mungkin itu pertama kali kejadiannya, kenapa ya ko pake Affect…?, karena menurut hemat saya rata-rata orang cadel tingkat Kepercayaan Diri nya kurang, dan cemas berlebihan, nah itu yang diperbesar hingga 10 kali lipat dan kembali ke pertama kali mengawali kejadian nya.

Apa yang terjadi setelah revivication? teman saya yang hypnotherapist diatas ternyata dia kembali ke masa Imprint (-/+ 4 tahun), ibunya marah ke dirinya dengan membentak sambil ngacung-ngacungin tangan dan melotot gara-gara mau ketabrak mobil, kalimat yang keluar dari ibu nya dalam bahasa sunda adalah “Awas aya embin bisik abak!!” dalam bahasa indonesia kira-kira artinya adalah “Awas ada Mobil nanti Ketabrak!!” dan anda sudah bisa menebak bukan?? ya abreaksi yang hebat sekali. Jika terjadi abreaksi gunakan teknik untuk handling abreaction hati-hatilah dengan itu (serius nih!!)————————— nah ketemu deh ISE nya ternyata karena kalimat dan kata yang “samar” itulah proses menerima informasinya tidak utuh sehingga menjadikannya cadel.
Gunakan teknik therapeutic Forgiveness Therapy dan Inform Child Technique (ICT) untuk menyelesaikannya agar problem bisa solving seutuhnya dan lakukan future pacing.

Naaahhh…pemirsa ternyata problem belum selesai seutuhnya meskipun sudah ditemukan ISE nya, karena tidak serta-merta teman saya langsung bisa huruf “R” setelah diterapi tetapi…paling tidak dia sudah release dan relief emosinya.
Inilah jurus terakhir saya untuk Pekerjaan Rumahnya…..ya betul sekali teknik beatbox saya hehehe… caranya mudah banget kok!! saya hanya menyuruh dia membiasakan diri sebelum tidur sambil self hypnosis UNTUK menyimpan lidah nya sambil melatih pattern tertentu yang sudah saya rancang (Silahkan klik >> Pertanyaan Seputar Terapi Cadel), sekurang-kurang nya ada 7 teknik pattern yang perlu dilatih, tentu teknik ini adalah hanya ALAT BANTU yang saya desain untuk melatih dan membangun ulang struktur konsonan huruf didalam dirinya. Ya memang LATIHAN pattern lah menjadikan dia menjadi fasih menyebutkan huruf “R” dengan jelas, hampir di usia 33 tahun loh dia baru menemukan huruf yang hilang..!! berlatih ulang akan membantu proses pembiasaan dengan berprinsip kepada The Law of Repetition

Setelah sebulan berlalu, kami bertemu kembali dan dengan senyum sumringah teman saya berkelakar “Kang, teknik nya luarrrr biaasa, perrrcaya dirri saya memuncak, sekarang saya bisa bilang rrrileks nya dengan rrrenyah dan terrrnyata mantaaap, Program menemukan huruf yang hilang ini, JAMINAN beRRRRRhasil..!!!”. wooow SUBHANALLOH..

Semoga bermanfaat….

        berikut adalah video penjelasan Cadel dan terapi nya, subscribe di youtube ya 🙂

===> http://bit.ly/TerapiCadel <====

SILAHKAN KLIK >>> Pertanyaan Seputar Terapi Cadel

        SILAHKAN KLIK >>> Video Testimoni Cadel

Disclaimer : Teknik yang saya rancang tidak menjamin keSEMBUHan, tapi paling tidak sudah ada upaya untuk SEMBUH, meskipun tidak langsung SEMBUH 100%..

Artikel ini ditulis Oleh

Dicky Zen

Life Learner & Awareness COACH

Dicky Zen dikenal di social Media sebagai Juru Parkir “HATI” – Filosofi seni “parkir” pikiran dan Perasaan

Follow Me on Twitter : @Dicky_Zen

© 2018 All rights Reserved. Design by dickyzen