Terapi emosi dan mental

Pertanyaan Seputar Terapi Cadel

Pertanyaan Seputar Terapi Cadel

Halo rekan pencari RRRRRRR hihihihihihi

Terkait dengan Postingan saya tentang TERAPI CADEL berikut adalah FAQ seputar TERAPI CADEL

Dari berbagai pertanyaan yang masuk dan bejibun yang datang ke HP saya Whatsapp 081320631931 ke email saya kangdickyzen@gmail.com , ngemention akun twitter saya @Dicky_Zen juga ke facebook saya Dicky Zen , Semua pertanyaannya nyarisssss sama, apa saja?

1. Minta Pattern…. (Paling serrrrrrring 😀 )

2. Lokasi Terapinya dimana?

3. Bisakah sembuh?

4. Berapa lama untuk sembuh atau bisa R?

5. Bisakah terapi jarak jauh?

6. Berapa Biaya Terapinya?

7. Apakah ada jaminan sembuh?

8. Metode atau pakae alat?

tiiiiiiiit…………………………………………………………………………………….

saya coba jawab dulu yah berdasarkan pengalaman dari tahun 2008 sd 2016 dan sudah ratusan klien cadel yang sembuh

1. Minta Pattern

Terapi Cadel di saya itu UNIK SURUNIK alias Unik sekali, persoalan Cadel itu bukan peroalan pattern meskipun pattern saya udah ciptakan nyampe 50an teknik pattern yang saya susun, namun persoalan KESADARAN ….. ya KESADARAN , karena jika huruf R yang hilang bisa ditemukan malahan saya tidak menganjurkan memakai terlalu banyak Pattern, karena ini persoalan bukan teknis, dijamin…. saya menganjurkan proses bertahap bukan instan, MESKIPUN YANG TERCEPAT DARI KLIEN SAYA BISA DITEMUKAN GETARAN CUMA BUTUH WAKTU 3 JAM..!

Jadi yang minta pattern pegimane tuh…? Minta……..? BELIIIIIIIII….!!! wakakak (Ketawa Jahat  😈 )

2. Lokasi Terapi

Lokasi terapi dimana…? ini yang rempong, saya jelasin singkat ya…. saya buka klinik terapi terapan psikologi di Bandung dan gabung dengan usaha istri saya yaitu SALON kecantikan, persoalannya adalah yang datang itu emak emak dan itu bikin ribut dan ramai otomatis klien klien saya tidak nyaman, akhirnya saya memutuskan untuk terapi CADEL dialihkan kerumah, jadi yang mau terapi CADEL ya nanti dirumah saya aja, Makan dikasih, minum disediakan, kecuali pijat yang ga ada haha… jadi dimana lokasi tepatnya ya…..? DIRUMAH saya ya, Hubungi dan telepon saya untuk bikin janji olraiit?

3. Bisakah sembuh?

SANGAT BISAAAAAAAAAA …..udah lebih dari 100 klien saya tangani dan rata rata progress nya minimal 75% hingga 100%, weeeew berarti kagak sembuh itumah? kumaha sih? bohong ih…..?! begini bu haji pa haji, telinga saya sudah sering banget denger RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR jadi saya persis faham dimana letak kesembuhan menurut kategori saya sebagai terapis bukan kategori anda, yang menarik  banyak kejadian yang lucunya adalah klien terapi CADEL yang saya tangani merasa SEMBUH 100% padahal menurut saya baru 50%…! nah loh kuereeen kan…?

Saya juga tidak percaya bahwa CADEL adalah KUTUKAN MENGERIKAN (kalo yang baca nya CADEL pasti paham banget nih wkwkwkwkwwk), karena terbukti….. jika dilakukan dengan baik dan benar semua instruksi saya lebih cepat ketemunya.

Dari 3 kategori yaitu cadel bibir, lidah pendek dan tenggorokan (kaya rico ceper) yang paling butuh ekstra latihan justru yang tenggorokan, apa sebabnya..? karena orang cadel tenggorokan sudah mengenal getaran namun dari kerongkongan bukan lidahnya, sering klien terapi cadel yang licik dan curang menggunakan tenggorokan saat latihan. Tapi itu bukan salah mereka karena, sudah puluhan tahun terbiasa dengan pola itu

Apa bukti sembuhnya…? nanti saya upload video video yang sudah sembuh, tapiiiiiiiiiiii… saya harus minta ijin kepada klien yang bersangkutan untuk upload video tersebut, karena untuk beberapa orang ini menyangkut harga diri, privasi de el el.

4. Berapa lama untuk sembuh atau bisa R?

Yang tercepat 3 JAM menemukan getaran, apakah itu udah sembuh? kenapa tidak instan? belum dong ini baru menemukan getaran yang tahunan bahkan puluhan tahun anda belum pernah temukan…. ibarat anda belum pernah naik sepeda puluhan tahun terus anda belajar naik sepeda, apakah sehari itu anda bisa lancar? belum kaaan? sama CADEL juga, bisa kah ketemu getaran hari itu juga? BISA tapi untuk melancarkan proses pelafalan, ejaan perkata, pemisahan kata vokal dan konsonan juga penggabungan kalimat itu butuh kerja keras dan laihan dengan disiplin tinggi, tercepat berapa lama? ya untuk lancar berbicara sekitar 3 mingguan lah, tergantung rajin atau ga nya anda berlatih hehehe.

5.  Bisakah terapi jarak jauh?

BISA…! tapiiiii saya mau tanya :

# Apakah anda mau konsisten berlatih..?

# Apakah anda mau latihan dengan durasi waktu yang ditentukan?

# Apakah anda paham membedakan getaran lidah itu awalnya gimana dan bagaimana memulainya?

jika anda repot dengan itu, saya saranin jangan, meskipun ada beberapa klien yang sembuh, tapi butuh waktu lama untuk bisa konsisten (seperti beberapa klien yang maksa jarak jauh dari palembang dan jogja, mereka sembuh, tapi butuh waktu lama, yang nyadar pasti nyengir ya haha)

Apa solusinya? minimal bertemu saya Sehari Full, baru nanti anda akan Faham Kenapa.

6. Berapa Biaya Terapinya?

Tahun 2008 saya membuka gratis terapi ini sekaligus melakukan penelitian, yang daftar sekitar 26an dan 20 yang SEMBUH TOTAL hingga sekarang. Nah amati oleh anda METODE saya hingga 2016 sudah berapa tahun? sudahkah teruji dengan baik?tentu anda sudah faham bukan dengan metode yang sudah menyembuhkan cadel sangat banyak? TERUJI dan GARANSI SEUMUR HIDUP.

Bagaimana pembiayaan nya? Alhamdulillah saya membuka terapi cadel ini untuk TOTAL dan MENDEDIKASIKAN seumur hidup saya membantu persoalan CADEL, sehingga yang anda butuhkan adalah anda cuma BAYAR SATU KALI untuk SEUMUR HIDUP, hubungi saya untuk harganya yooo.

7. Apakah ada Jaminan sembuh?

Saya TEGASKAN diawal ya, SAYA TIDAK MENJAMIN KESEMBUHAN ini upaya dan ikhtiar, lalu apa yang saya lakukan? MENGGARANSI TERAPI GRATIS SEUMUR HIDUP sampai anda ketemu getaran, kalo ssudah BERGETAR itu SEMBUH bukan? hihihihihihi

8. Metode atau pakae alat?

Terapi CADEL yang saya lakukan menggunakan Metode Kumplit menggunakan pendekatan terapan psikologi seperti Hypnosis, NLP dan beberapa ilmu lainnya untuk menetralkan mental Blocking penghambat, menemukan akar masalah cadel dll, dan Terapi saya TIDAK menguunakan alat sama sekali

Owrait pemirsa diatas adalah FAQ atau Pertanyaan Seputar Terapi CADEL yang saya lakukan, semoga anda menemukan insight positif dsini

SALAM RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR…!!!

 

Dicky Zen

Life Learner & Awareness Coach

Facebook
Google+
Twitter
LinkedIn

Made with ❤ with DickyZen

Comments Off on Pertanyaan Seputar Terapi Cadel

Psikosomatis

Psikosomatis

Mengatasi stress dengan SEDERHANA

Saya ingin bertanya secara PRIBADI kepada anda, apakah anda Pernah merasa sering sakit maag, sering migrain, tangan berkeringat, cepat lelah dan lamban, jantung berdebar kencang, dada sesak tiba-tiba, sering kaget, malas untuk melakukan aktivitas, sulit tidur dan beberapa gejala asing di fisik lainnya yang membingungkan …… Lalu dengan berat hati dan was-was andapun memeriksakan diri  ke dokter tentang keluhan anda, Tetaaaapiiii alamaaaaak…. kata Dokternya tidak ada masalah apapun alias NIHIL!? Loh kok bisa? Anda cari sumber penyakit kemana-mana dan tidak ketemu.. MUNGKIN beberapa diantara anda bertanya ke orang PINTAR berkaitan dengan keluhan anda, apakah saya diguna – guna orang, dikerjain, dipelet, dilumpuhkan dan bahasa sejenis lainnya (hehehe piss ah).
Pernah…..?

Ahh pasti pernah kan…?

Ya? Ya? Ya? Ya kaaan? (maksa dot com hehehe)

Rupanya sumber penyakit tersebut adalah karena MUNGKIN anda sering stress, saya sebutkan MUNGKIN karena anda MUNGKIN stress oleh pasangan anda, MUNGKIN karena setoran kurang atau MUNGKIN ga dikasih “jatah” …. hahaha bercanda ya :p, Inilah yang oleh para psikolog disebut penyakit psikosomatis.

“Looh ko setress toh, aku ini sering bermimpi jadi kaya, istri cantik, mobil mewah dan deposito dimana – mana ko bisa stress ya? Ujar salah satu klien saya sambil melotot, “ lah iya toh… anda kan Cuma BERMIMPI jadi orang  kaya, istri cantik, mobil mewah dan deposito dimana – mana, sedangkan semuanya ga terjadi di kehidupan anda  iyakan?” Balas saya ga mau. Percakapan diatas diambil dari salah satu sesi intake interview dalam sesi hypnoterapi yang saya lakukan, tentunya dengan seijin klien saya untuk bisa dipublikasikan seperti ini kepada khalayak umum, mesti namanya saya sensor tiiiiiiiit.

Saya dulu waktu kecil (ga kecil – kecil amat sih, mmmmh sekitar kelas 1 ESEMPE) pernah denger dari dokter tetangga saya namanya Dokter HA*** (weew saya sensor ya), katanya bahwa pada dasarnya penyakit fisik yang dikeluhkan pasien dokter tersebut itu bersumber dari pikiran semua, saya sih awalnya ga percaya laah wong anak ESEMPE!! Taunya kan seumuran gitu Main dan naksir cewek whahahaha umur segitu udah akil balig saya fiuuh *seka keringat*.  Namun seiring dengan perkembangan, saya melihat ibu saya (ups maaf ya moms  ) kalo beliau lagi mengeluh sakit anu, itu dan anu lainnya MENDADAK SEMBUH ketika dokter spesialis memeriksa dan berkata “ loh ibu kan sehat dan ga ada apa – apa ko mau dateng kesini, diperiksa segala?” terang si dokter, “yakin dok?” jawab ibu saya cemas, “100 % YAKIN!”  tegas si dokter, tentunya ibu saya juga kegirangan mendengar kabar tersebut…..karena kata Dokteeeeer…. ibu sehat walafiat!! Hhmmm AJAIB gumam saya padahal ga di apa – apain, ko bisa….??!

Other stories…..

Duaaarrrrrrr..!!! suara keras terdengar mengagetkan setiap orang dikelas siang itu, rupanya seseorang telah menggebrak meja sambil berbicara dengan nada tinggi, jelas sekali terlihat wajahnya yang bersemu masam menandakan kemarahan …. “hampir jantungku copot!!” gumam sahabatku Badru “aku suka gemetran kalo masuk kelas dosen killer ini.” Timpalnya dengan logat medan yang khas, saya Cuma diam dan mengangguk tanda meng-Amini, dan Badru (nama samaran hehe) adalah temen sekelas saya ketika jaman kuliah dulu (Tahun 2002-an) di Fakultas Hukum salah satu perguruan tinggi swasta di bandung. Siapa yang disebut Badru Dosen killer ini….?? ah saya ga mau gosipin orang  entar disangka PITNAH lagi eh Fitnah hihihi, yang jelas akibat si dosen ini Killer banget membuat badru sering bolos ikutan kelas dosen tersebut alhasil dia ga lulus-lulus di mata kuliah yang digawangi si dosen Killer menurut badru tersebut. Ketika saya tanya ke badru ketika saya kunjungi di kamar kos-kosan nya dia sambil berbisik pelan “bro…. aku ga tau ya setiap kali mau masuk si Dosen Killer itu tubuh ku langsung meriang, dan tangan ku basah dengan keringat, bahkan aku pun sering tiba-tiba mules..!” gerutu badru sambil garuk-garuk kepala. “setiap kali bro??” tanyaku heran, “iyaa bro, setiap kali ada mata kuliah dosen killer itu…. aku juga ga ngerti” Jawabnya pasrah.

Wah wah wahhhh ada apa ini ada apa ini menarik banget ya….?

Waktu itu saya belum ngerti jadi HERAN…, sekarang saya tau setelah belajar fenomena psikologis dari pikiran dan Hypnosis, ahaaaa….. mungkin itu yang disebut PSIKOSOMATIS, sungguh unik sekali, kasus nya pikiran kok timbul gejala di fisik..? Piye toh?

Lanjut Gan…………..

Apa sih Psikosomatis? Ko ya repot banget mikirin apa itu psikosomatis? Wah.. mungkin sebagian anda yang membaca ga PEDULI dengan tema ini tapi untuk beberapa orang yang PEDULI untuk TAHU gejala gangguan fisik seperti Cemas, stress, tertekan dan lain-lain yang disebabkan oleh faktor psikologi termasuk EMOSI negatif, SEKARANG anda boleh meneruskan membaca artikel ini.

Istilah Psikosomatis

Istilah PSIKOSOMATIS berasal dari bahasa Yunani PSYCHE, yang artinya “JIWA” atau “INTELEK,” dan “SOMA” yang berarti “TUBUH”. Jadi ….

DEFINISI PSIKOSOMATIS
Gangguan fisik yang diyakini disebabkan atau dipengaruhi oleh faktor psikologis pada masa lalu disebut psikosomatis (psychosomatic) atau psikofisiologis atau Gangguan fisik yang disebabkan faktor kejiwaan dan sosial. Penyakit ini muncul sebagai akibat dari kondisi emosional seperti marah, depresi dan rasa bersalah.

Lalu bagaimana Terjadinya Penyakit Psikosomatis?

Meskipun tidak terlalu sering ditulis, setiap pikiran/ide/emosi akan mempengaruhi reaksi fisik seseorang.
David Cheek M.D., dan Leslie LeCron menulis dalam buku mereka, Clinical Hypotherapy (1968), terdapat 7 hal yang bisa mengakibatkan penyakit psikosomatis:
1. Internal Conflict: Konflik diri yang melibatkan minimal 2 Part atau Ego State.
2. Organ Language: Bahasa yang digunakan oleh seseorang dalam mengungkapkan perasaannya. Misalnya, “Ia bagaikan duri dalam daging yang membuat tubuh saya sakit sekali.” Bila pernyataan ini sering diulang maka pikiran bawah sadar akan membuat bagian tubuh tertentu menjadi sakit sesuai dengan semantik yang digunakan oleh klien.
3. Motivation/Secondary Gain: Keuntungan yang bisa didapat seseorang dengan sakit yang dideritanya, misalnya perhatian dari orangtua, suami, istri, atau lingkungannya, atau menghindar dari beban tanggung jawab tertentu.
4. Past Experience: Pengalaman di masa lalu yang bersifat traumatik yang mengkibatkan munculnya emosi negatif yang intens dalam diri seseorang.
5. Identification: Penyakit muncul karena klien mengidentifikasi dengan seseorang atau figur otoritas yang ia kagumi atau hormati. Klien akan mengalami sakit seperti yang dialami oleh figur otoritas itu.
6. Self Punishment: Pikiran bawah sadar membuat klien sakit karena klien punya perasaan bersalah akibat dari melakukan suatu tindakan yang bertentangan dengan nilai hidup yang klien pegang.
7. Imprint: Program pikiran yang masuk ke pikiran bawah sadar saat seseorang mengalami emosi yang intens. Salah satu contohnya adalah orangtua menanam program ke pikiran bawah sadar anak dengan berkata, “Jangan sampai kehujanan, nanti bisa flu, pilek, dan demam.”

Lalu bagaimana cara JINAKIIN nye?

Untuk Psikosomatis Sederhana (baca stress) anda banyak cara sederhana yang bisa dilakukan, Banyak sekali teknik dalam Hypnotherapy dan NLP yang bisa anda lakukan sendiri saya sharingkan yoo salah satu teknik dalam NLP Standar yang JOS Gandos selesai dengan MUDAH, tentu bukan satu-satunya teknik, karena bagi saya teknik tersebut adalah “HASIL/PRODUK” dari keilmuan NLP itu sendiri, Secara MUDAH pula anda dapat membuat Puluhan bahkan ratusan Teknik Berbasis NLP! makanye ayo BELAJAR di wwww.TamanKesadaran.com huahaha promosi dot com)

Teknik Ini namanya SIX-STEP REFRAMMING, saya jelasin dulu yah agar ga beribet ngeja nya hahahaha. Point yang disampaikan dalam teknik ini adalah anda melakukan 6 langkah (kan SIX STEP) Untuk memaknai prilaku yang muncul sesuai dengan presupposisi (asumsi) dari NLP itu sendiri salah satunya yaitu “Selalu ada MAKSUD BAIK di balik setiap perilaku”. Perilaku yang dimaksud disini mungkin stress anda, emosi anda kelakukan anda bahkan mungkin sakit anda!.

Saya ga mau banyak Cingcong berikut teknik SIX-STEP REFRAMMING ;

1.Tarik nafas dan buang dengan perlahan hingga masuk dalam kondisi yang benar – benar rileks. Pikirkan perilaku yang ingin dirubah.
2.Tanyakan kepada diri : “Maukah kalian berkomunikasi dengan saya kali ini ?” Amati apakah ada signal dari diri melalui sensor inderawi. Perkuat jika sudah mendapatkan signal. Jika perlu mintalah untuk lebih memperkuat signal.
3.Tanyakan : “Apakah maksud positif dari perilaku ini ?”.
4.Katakan : “Bagian kreatif, tolong berikan saya 3 alternatif selain perilaku yang ada dengan tetap mempertahankan maksud positif”.
5.Tanyakan kepada bagian perilaku apakah mau menerima tiga alternatif lain.
6.Tanyakan apakah ada bagian lain yang menolak dengan adanya 3 alternatif perilaku tersebut. (Jika masih ada ulangi langkah No. 2 dst)

MUDAH Khaaaan??!!!!

Jangan Heran ya, jika anda aneh dengan kalimat ini “Maukah kalian berkomunikasi dengan saya kali ini?” seolah-olah ngobrol sendiri kan? ho ho ho ndak apa-apa karena teknik Pemaknaan Ulang ini memang tujuannya ngobrol sendiri dengan asumsi memaknai ulang perilaku yang timbul, malah saran saya kasih nama prilaku yang muncul dari diri anda,AJAIB!! banyak yang sembuh dengan teknik ini Bahkan Sakit gigi dan migrain BISA! ga percaya Coba aja yaah!.

Tuing…… Tuing

Nah jika anda belum bisa dengan berbagai teknik sederhana, kemungkinan psikosomatis anda BUUEERAAAAAT dan anda membutuhkan profesional yang handal (#sambil lihat kaca)hahahaha Serem amat ya?!

Tapi Ini SERIUS!! (#Naikin satu Alis)

Jika anda, orang tua anda, saudara, teman atau tetangga yang memang punya gejala psikosomatis BERAT, SEGERA bantu mereka dengan diantarkan kepada Profesional Medis dan Profesional Terapan; Seperti Dokter Yang “BENER” dan Hypnotherapist yang “BENER” ya hahaha Hati-hati Banyak “Odong-Odong” berkeliaraan, jika anda pilih yang “BENER”  Mudah-mudahan Terbantu, Asal jangan ke DUKUN ya?! :p

Terimakasih sudah sempet membaca artikel saya semoga bermanfaat….Eh Hubungi saya yah jika anda butuh bantuan SAYA!

Artikel ini ditulis Oleh
Dicky Zen Azmatkhan

Hypnotherapist yang “BENER” dan Sering diminta membantu kasus berat, Kasus Psikosomatis Hingga masalah Perdukunan!!Masalah Homosex (GAY, LESBIAN) dan CADEL Menjadi Spesialisasi yang sedang beliau teliti dan tekuni, Alhamdulilah Banyak yang SEMBUH!

Dicky Zen dikenal di social Media sebagai Juru Parkir “HATI” – Filosofi seni “parkir” pikiran dan Perasaan

Follow Me on Twitter : @Dicky_Zen

Facebook
Google+
Twitter
LinkedIn

Made with ❤ with DickyZen

13 Comments

TERAPI CADEL

TERAPI CADEL

“Sekawwang tawwik nafaaas dan wwileks-kan tubuh anda…..”

hahaha suara tersebut kok terdengar aneh yaaa?, “hmmmmm… benar dugaan saya, seorang teman saya sedang menginduksi klien yang mau dihipnoterapi, tapi….ko kondisi klien “terlihat” tidak nyaman bahkan sekonyong-konyong klien tersebut buka mata dan bilang bahwa “mas…, saya ga bisa dihipnotis kayanya ya? ko aku susah banget!” dengan jurus-jurus tertentu dia mengemukakan alasan nya kenapa dan dicoba lagi hingga 5 kali dan kejadiannya berulang terus lagi dan lagi dengan alasan yang “sama”… susah dihipnotis!!!. Setelah saya chunk down ternya…taaaa oalaaa klien merasa tidak nyaman karena teman saya “CADEL”…!! yup cadel dengan kategori sulit menyebutkan huRRuf “R”dengan jelas, saya penasaran wooow kok bisa ya? emang ngaruh gitu karena cadel orang sulit masuk kondisi trance? usut punya usut ternyata klien tersebut menganggap “lucu” sampai nahan ketawa dan hal itu mengganggu fokus terhadap induksinya.

Wokeh bray en braywati…(gaya bahasa gaul sekarang pengganti bro dan sist hehe), LUPAKAN cerita tersebut sejenak karena saya bukan mau menceritakan tentang gagal dalam proses hypnosis, disini saya lagi bahas “orang cadel” kategori huruf “R” kok pake kategori segala emang ada ya…?
Menurut beberapa sumber yang saya kutip bahwa Cadel itu sendiri adalah ketidakmampuan mengucapkan satu huruf unik, umumnya huruf R, meski ada juga sebagian orang yang justru bisa menyebut huruf R, namun cadel untuk huruf lainnya. Orang Jepang misalnya, kebanyakan cadel pada huruf L. Ada beragam variasi cadel pada anak. Ada yang menyebut “R” jadi “L”, “K” jadi “T”, ‘K” jadi “D”, atau “S” dengan “T”, sering terbalik-balik. Tetapi tiap orang (biasanya dimulai dari anak-anak) variasinya berbeda-beda. Jadi yang dimaksud cadel adalah KESALAHAN PADA PENGUCAPAN.

Memang semestinya pada rentang usia pra-sekolah, anak sudah bisa mengucapkan seluruh konsonan dengan baik. Sebab menginjak usia 3-4 tahun, otot-otot lidahnya mulai matang. Hanya saja, perkembangan setiap anak berbeda. Jadi wajar meski usianya sama tapi masih ada anak yang cadel. Sayangnya, cukup sulit mendeteksi, apakah kecadelan di usia 3-5 tahun akan berlanjut terus atau tidak karena menyangkut sistem saraf otak yang mengatur fungsi bahasa, yakni area broca yang mengatur koordinasi alat-alat vokal dan area wernicke untuk pemahaman terhadap kata-kata, kesulitan mendeteksi juga disebabkan pada rentang usia 3-5 tahun kemampuan anak masih berkembang. Artinya dia sedang dalam proses belajar berbicara. Ia tengah berada pada fase mulai menyesuaikan, mulai menambah perbendaharaan kata, meningkatkan pemahaman mengenai bahasa dan perkembangan makna kata. Termasuk juga penguasaan konsonan tertentu karena kurang matangnya koordinasi bibir dan lidah dan keluarlah kata cadel entah saya ga ngerti kata itu datangnya darimana (sunda ato jawa kali ya..?hehehe).

Menurut Analisa dan penelitian saya yang ditemukan dilapangan Cadel ada 3 jenis :
1. Cadel lidah pendek ; penyebutan “R” nya ada tapi kurang jelas.
2. Cadel tenggorokan : penyebutan “R” dengan tenggorokan.
3. Cadel bibir : penyebutan “R” dengan bibir.
(kalo salah mohon di introspeksi ya…)
NB PENTING : Pengkategorian ini adalah menurut asumsi dan analisa saya semata, Cadel yang saya temukan adalah bukan karena kerusakan sistem syaraf bawaan atau penyakit seperti cadel karena stroke dll, Karena dari intake interview yang saya lakukan klien ingat dulu nya itu NORMAL dan ga ada kasus cadel ARTINYA BISA JADI yang menentukan klien cadel adalah FAKTOR LINGKUNGAN.
Dari tiga kategori cadel diatas yang paling sulit saya tangani yaitu kategori nomor 3 walopun “kesembuhannya” 70%, tapi paling tidak mereka sudah menikmati RRRRenyahnya hurrruf RRR hehe.

        (22 JUNI 2018 = CATATAN TAMBAHAN :

  1. SUDAH 10 TAHUN SAYA MENYEBUTKAN 3 KATEGORI CADEL, SILAHKAN ANDA GOOGLING, SEMUA KATEGORI YANG BEREDAR DI INTERNET YANG MEMFORMULASI DAN MENYUSUN KATEGORI PERTAMA KALI TENTANG KATEGORI : “LIDAH PENDEK, TENGGOROKAN DAN BIBIR” YA SAYA SENDIRI , HAL INI BERDASARKAN HASIL PENELITIAN INDEPENDENT SAYA SELAMA BERTAHUN-TAHUN, JIKA ANDA MENEMUKAN KATEGORI CADEL VERSI SAYA DIMANAPUN DI INTERNET BERARTI PASTI JIPLAK DARI PENELITIAN SAYA, DAN SAYA SUDAH MENDAFTARKAN KE HAKI (HAK CIPTA KEKAYAAN INTELEKTUAL) SAYA TIDAK BERTANGGUNG JAWAB JIKA ADA YANG MENGATASNAMAKAN PRIBADI SAYA DENGAN ALASAN APAPUN TANPA KONFIRMASI RESMI.
  2. FORMULASI SEKARANG PUN SAYA SUDAH MENYERTAKAN VIDEO DENGAN HAK CIPTA, JADI JIKA BEREDAR VIDEO TERAPI DARI SAYA, MENGKOPI DAN MENYEBARLUASKAN TANPA SEIZIN SAYA, SUDAH TENTU NANTI ADA TINDAKAN HUKUM DARI SAYA DAN LEGAL KAMI)

Naaaaahhh…….lantas kenapa saya posting artikel disini tentang cadel, yang notabene ga ada hubungannya sama sekali dengan Hypnosis kok!! nah lohh..sok tau banget ya nih si gua hehehe, yang jelas menurut saya sih sangat berhubungan sekali kaitannya dengan hypnotist dan hypnotherapist (sok diplomatis nih :p) … wong “nyekill” dengan modal cuma bibir dengan kata yang dirangkai harmonis dan sinergis sehingga tercipta “kalimat ajaib yang membius” kliennya hingga trance, yang kira-kira membutuhkan kalimat progrssive yang jelas artikulasi dan intonasinya, tentuuuu… menambah tingkat percaya diri hypnotist dan Hypnotherapist dalam menyusunnya kaan?

Dalam perjalanan menjadi pembelajar mind therapist dengan metode hypnosis, saya menemukan kira-kira 4 kasus cadel, termasuk jika anda masih ingat teman saya yang diatas loh dengan kalimat “wwiiillleeeks” nya, yang retrieved ato ditemukan root cause nya dengan teknik hypnosis, yaitu dengan Hypnoanalysis atau yang dikenal dengan teknik regressi khususnya Affect bridge. Yang lebih menarik, saya justru mengkombinasikan dalam terapi cadel ini dengan teknik Beatbox yang saya miliki. looooh opo meneeh iki..?? gampangnya beatbox adalah teknik meniru suara musik semirip mungkin yang modalnya juga cuma bibir (ya rada mirip accapela) cuma dilakukan cuma satu orang…asyiik khaan?

Kembali ke cerita yaa… Lantas gimana caranya saya bisa membantu mereka yang cadel hingga “MENEMUKAN HURUF YANG HILANG” dan bisa beRRRRRRhasil?
Berikut saya share kan…. gunakan Affect bridge untuk menemukan Initial Sensitizing Event (ISE) meskipun nanti melewati Subsequent Sensitizing Event (SSE) fokuslah ke ISE nya agar kita tahu akar masalah nya karena mungkin itu pertama kali kejadiannya, kenapa ya ko pake Affect…?, karena menurut hemat saya rata-rata orang cadel tingkat Kepercayaan Diri nya kurang, dan cemas berlebihan, nah itu yang diperbesar hingga 10 kali lipat dan kembali ke pertama kali mengawali kejadian nya.

Apa yang terjadi setelah revivication? teman saya yang hypnotherapist diatas ternyata dia kembali ke masa Imprint (-/+ 4 tahun), ibunya marah ke dirinya dengan membentak sambil ngacung-ngacungin tangan dan melotot gara-gara mau ketabrak mobil, kalimat yang keluar dari ibu nya dalam bahasa sunda adalah “Awas aya embin bisik abak!!” dalam bahasa indonesia kira-kira artinya adalah “Awas ada Mobil nanti Ketabrak!!” dan anda sudah bisa menebak bukan?? ya abreaksi yang hebat sekali. Jika terjadi abreaksi gunakan teknik untuk handling abreaction hati-hatilah dengan itu (serius nih!!)————————— nah ketemu deh ISE nya ternyata karena kalimat dan kata yang “samar” itulah proses menerima informasinya tidak utuh sehingga menjadikannya cadel.
Gunakan teknik therapeutic Forgiveness Therapy dan Inform Child Technique (ICT) untuk menyelesaikannya agar problem bisa solving seutuhnya dan lakukan future pacing.

Naaahhh…pemirsa ternyata problem belum selesai seutuhnya meskipun sudah ditemukan ISE nya, karena tidak serta-merta teman saya langsung bisa huruf “R” setelah diterapi tetapi…paling tidak dia sudah release dan relief emosinya.
Inilah jurus terakhir saya untuk Pekerjaan Rumahnya…..ya betul sekali teknik beatbox saya hehehe… caranya mudah banget kok!! saya hanya menyuruh dia membiasakan diri sebelum tidur sambil self hypnosis UNTUK menyimpan lidah nya sambil melatih pattern tertentu yang sudah saya rancang (Silahkan klik >> Pertanyaan Seputar Terapi Cadel), sekurang-kurang nya ada 7 teknik pattern yang perlu dilatih, tentu teknik ini adalah hanya ALAT BANTU yang saya desain untuk melatih dan membangun ulang struktur konsonan huruf didalam dirinya. Ya memang LATIHAN pattern lah menjadikan dia menjadi fasih menyebutkan huruf “R” dengan jelas, hampir di usia 33 tahun loh dia baru menemukan huruf yang hilang..!! berlatih ulang akan membantu proses pembiasaan dengan berprinsip kepada The Law of Repetition

Setelah sebulan berlalu, kami bertemu kembali dan dengan senyum sumringah teman saya berkelakar “Kang, teknik nya luarrrr biaasa, perrrcaya dirri saya memuncak, sekarang saya bisa bilang rrrileks nya dengan rrrenyah dan terrrnyata mantaaap, Program menemukan huruf yang hilang ini, JAMINAN beRRRRRhasil..!!!”. wooow SUBHANALLOH..

Semoga bermanfaat….

        berikut adalah video penjelasan Cadel dan terapi nya, subscribe di youtube ya 🙂

===> http://bit.ly/TerapiCadel <====

SILAHKAN KLIK >>> Pertanyaan Seputar Terapi Cadel

        SILAHKAN KLIK >>> Video Testimoni Cadel

Disclaimer : Teknik yang saya rancang tidak menjamin keSEMBUHan, tapi paling tidak sudah ada upaya untuk SEMBUH, meskipun tidak langsung SEMBUH 100%..

Artikel ini ditulis Oleh

Dicky Zen

Life Learner & Awareness COACH

Dicky Zen dikenal di social Media sebagai Juru Parkir “HATI” – Filosofi seni “parkir” pikiran dan Perasaan

Follow Me on Twitter : @Dicky_Zen

Facebook
Google+
Twitter
LinkedIn

© 2018 All rights Reserved. Design by dickyzen

129 Comments

End of content

No more pages to load

Close Menu