HOW TO BE A MENTOR

How to Be a Mentor
===

Jika anda merasa membutuhkan akan peningkatan kualitas tertentu dari trilogi kebutuhan “perubahan” manusia (Thinking, Feeling dan action) benarkah urutan pertanyaan nya meliputi pertanyaan dibawah ini?

** Siapa yang bisa membantu saya?
** Apa metode yang dapat merubah saya?
** Bagaimana caranya supaya saya bisa?
** Dimana tempat yang tepat untuk belajar?

Jika pertanyaan diatas menjadi self talk dalam pikiran anda, boleh jadi memang anda membutuhkan “upgrade” kuantitas dan kualitas dari kebutuhan “perubahan” diri anda.

Rangkuman kerumitan itu jawaban nya adalah anda membutuhkan seorang Mentor yang tepat untuk kebutuhan “perubahan” diri agar tercapai maksud yang ingin dicapai, berdasarkan urutan pertanyaan diatas, kebutuhan itu anda mulai mencari “siapa”…?

Siapa nama yang TEPAT untuk solusi yang anda butuhkan ketika anda dapatkan dari himpunan informasi yang anda searching sebelumnya?

Setelah anda mendapatkan nama yang TEPAT, anda tentu ingin mencari tahu profil detil dari figur yang anda peroleh..

Nama sudah, profil sudah anda sekarang berusaha bagaimana cara anda melakukan kontak dengan figur yang anda inginkan bukan?

Agar tidak kecewa saya sudah merumuskan secara sederhana untuk menemukan mentor yang TEPAT ketika anda SUDAH mendapatkan nya, dari berbagai pengalaman yang sangat dapatkan,baik untuk self development, bisnis, karir, guru Agama hingga spiritual abal-abal 😀, bentukan orang yang disebut mentor itu kurang lebih sama polanya, jadi anda pahami kerangka nya, lalu cocokan dengan analisa anda sendiri yes?

===
Apa syarat seseorang menjadi pembimbing..?

1. Ekspertise

Ekspert ; Ahli ; “Ahli dalam bidang nya” <=== ini PENTING bingits, karena keahlian itu tidak ujug-ujug datang dengan sendirinya, hil yang mustahal (kata Asmuni alm Srimulat), sangat mustahil ketika orang tiba tiba ahli dalam sesuatu… Sudah fitrah nya orang belajar sesuai dengan mekanisme koding (VAKOG) yang dipahami dirinya sendiri, persoalan nya masalah akselerasi kecepatan menerima pembelajaran nya saja.

Contoh =

” Dewa Budjana adalah expert dalam gitar” “kenapa disebut expert? Karena beliau sangat Mahir dalam memainkan gitar.
“Apa beda Bisa dengan mahir? Penjelasan sederhana nya yaitu = Bisa adalah anda dengan “Dengan sengaja sadar” melakukan nya (consious competence) kalo Mahir adalah anda sengaja ataupun tidak sengaja A SD Z nya ga perlu mikir (unconsious competence) main gitar dengan gaya seenak nya aja kelas budjana mah tetep enyaaak ditelinga kita blasss.. coba buktikan Budjana suruh bikin combro atau cireng pasti ga mahir 😀 hehe, mungkin nanti bisa kalo diajarin tapi untuk mahir? Need practice brooooh

2. Experience

Memang nya mahir itu dari mana ? Ahli-ahli psychology telah menyelsaikan penyelidikan dan tes, bahwa kalau anda ingin bisa menguasai dan mempraktekkan sesuatu yang asing dan baru, maka anda harus mengenal dan mempelajari hal yang asing (hal baru tsb) paling sedikit 6 kali.

Oleh karena itu bila anda ingin berhasil menguasai dan mencapai sukses sesuatu, maka ulang-ulanglah mempelajari sesuatu itu paling sedikit 6 kali. Semakin sering anda lakukan semakin baik hasilnya buat anda.
(Silahkan Google psycho cybernetics dari Dr. Maxwell Maltz)

Jadi jika anda melihat mentor/pembimbing/Mursyid / guru Pastikan “berpengalaman” … Jadi berpengalaman itu bukan HEBAT ya?! Tapi karena sering nya hal tsb dilakukan, lantas bagi orang yang sudah terbiasa ya anda akan “tampak mahir” 😀 sekaligus Mahir beneran jika anda mengaplikasikan setiap waktu, Tapi kalo masih bocah gimana mentor nya?ya kalo bagus ya teruskan… Tapi saran saya GANTI, karena mentor nya pasti belum dapat “asam garam kehidupan” nyari duit aja belum bisa apalagi ngementorin..? Iya kan?

3. Recommendation

Jadi seorang Mentor agar terlihat meyakinkan, anda butuh “suara” dari pihak lain agar kedudukan anda menjadi lebih kokoh, mentor palsu biasanya minta orang lain untuk testimonial agar meyakinkan dan ampuh untuk membuat impresi besar bagi orang lain, namun Mentor palsu akan berdampak bagi branding nya sendiri, karena…….?

4. Attitude

Inih ….. Terbanyak yang dilakukan seorang Mentor dari 3 points diatas menjadi sempurna, gagah dan berkharisma, namun ketika anda tahu attitude sebenarnya anda akan terluka, hancur, padahal Mentor tersebut sudah dia gunakan sebagai profil besar dan berpengaruh dalam hidup anda…

Attitude ini lah asli nya pribadi seseorang, pastikan ketika memilih Mentor untuk anda balliklah point 4 menjadi 1 , inilah Adab, perilaku lebih utama dari ilmu, mau sehebat apapun mentor tersebut mulut nya tidak beretika , kelakuan nya kurang sopan, bahkan ADA yang ngaku ngaku langsung perintah nya dari Tuhan! (eh…. Ada loh yang kaya gini 😁) sebaiknya gimana? TINGGALKAN! Itu mentor SABLENG!

** Simpulan

INGAT: LAKUKAN SAJA NANTI PUN TERBIASA

Jika anda mau jadi Mentor pastikan anda sudah melakukan nya, ngomong apa yang sudah dilakukan, lakukan apa yang mau diomongkan…

Salam kopi hakikat
Dickyzen.com

Human Learning Specialist

* catatan Facebook Dicky Zen

Close Menu