HAKIKAT MENGEMIS

HAKIKAT MENGEMIS

Hakikat Mengemis…!

Banyak mengamati dari dunia pemberdayaan, bisnis, komunitas dan pergerakan (movement) sejenis dengan tujuan bahwa dirinya agar selalu tercukupi rezeki (uang, kesempatan, kemahiran dan keberlimpahan) <—- pokok nya seolah semua sudah terpenuhi dengan metode ini dan itu, kurang lebih.

Akar dari mental diatas tumbuh dari keadaan yang dibutuhkan (saat itu/harapan kedepan) membutuhkan methodology belajar tentang bagaimana menumbuhkan “KESADARAN” akan penting memiliki mental berjuang, berkarya, berinovasi dan bertumbuh nya mental kaya (Kesadaran akan ilmu, uang dan keberlimpahan lainnya). Harus kita kita sadari sepenuhnya bahwa korelasi dari keterangan diatas berdasarkan kebutuhan kebanyakan orang menyangkut dengan “KEPANTASAN” diri dan “KESEMPATAN” dari sebab yang dilakukan, orang boleh sebut rumusan nya disebut “BERUNTUNG, KEBERUNTUNGAN (Berada dalam situasi dipenuhi, dilimpahi hal ihwal beruntung).

* Beruntung = Kepantasan diri + Kesempatan

Rumusan diatas dipakai bahkan sering dipakai dari banyak kacamata disiplin ilmu, tentunya dengan konteks judul yang berbeda beda, di dalam dunia pendidikan formal atau informal bahasa “KEPANTASAN DIRI mafhumnya disebut dengan Competency, Skill dll, pendidikan formal misal nya dengan bottom line pendidikan tingkat tertentu seperti seseorang bisa disebut memiliki Competency seperti tingkatan Strata 1,2 dan 3, untuk beberapa pihak Competency ini dinilai sangat penting karena menyangkut di level pertumbuhan karir, salary (gaji) hingga gengsi secara jabatan tertentu. Di dunia pendidikan non-formal untuk bertumbuh nya Competency dan Skill ada konsep sertifikasi, lisensi dari pelaksanaan sebuah training yang diatur sedemikian rupa agar outcome Competency dan Skill nya tercapai. (bahasan ini akan dibahas berdasarkan alat ukur dan pembuktian validitas Competency dan Skill tertentu yang sedang saya susun Based on Software tertentu <—- doakan segera rampung .

“KESEMPATAN TIDAK DATANG DUA KALI”, saya tidak setuju dengan model berfikir bahwa kesempatan itu seolah olah datang sesekali, jarang atau tidak pernah. Saya lebih nyaman KESEMPATAN itu bisa datang Ribuan Kali hingga tak terhingga, karena bagi pandangan saya jika sudut pandang nya kita rubah sedikit model nya jadi menarik, kontemplasi KESEMPATAN itu saya break down menjadi begini :

“Kesempatan = PENAWARAN + kesiapan melalui pola kepantasan diri sesuai yang dibutuhkan”

Jadi Kalo saya dagang sesuatu, yang saya lakukan untuk mendapatkan KESEMPATAN adalah penawaran produk saya, menjelaskan tentang rincian produk, harga penawaran, hingga harga penawaran <— Kalo ada akad jual beli, ini lah kesempatan yang saya “Sadari” ternyata ada rezeki di produk saya, kemudian saya duplikasi produk hingga sistem nya, ituh…! 

Apa kaitannya dengan conteks judul dengan isi content ini kang? Ko ga nyambung?

Ini hanya catatan kopi pagi saya saja  Namun saya mengamati #CatatanKopiPagi ini dari renungan semalam tentang hal ihwal Kuasa Tuhan dari surat Al-Fatihah ayat 5 karena kecintaan saya di surat alfaatihah ini sampai merenung lama, dan ini kesimpulan saya :
“Tentang pertumbuhan rezeki dan keberlimpahan dll hakikat nya kita ini pengemis ke Tuhan, kenapa disebut pengemis?

Iyyaka = kepada Mu lah
Na’budu = kami beribadah
Wiyyaka = dan Kepada Mu lah
Nasta’iin = kami memohon pertolongan
QS Al-Fatihah ayat 5

Kita belajar menyadari dan memahami siapa yang MAHA Segalanya, rumusan saya adalah :

“BERUNTUNG = Ibadah (wajib, sunnah dll) sebagai bentuk kepantasan diri dari segi agama + Kesempatan (ikhtiar, penawaran dll) + Memohon Pertolongan (bukan karena maunya, pertolongan semua ikhtiar kita adalah MURNI KARUNIA NYA)

Mengemis kan? NAMUN ini satu satunya mengemis yang dianjurkan.. Bahasa lain nya opo?

Waqoola Robbukum Ud’uuni astajib lakum
“berdoalah kepada Ku, niscaya aku mengabulkan nya”
QS Almu’minun ayat 60

Dan

QS albaqoroh 186
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran”

Monggo yang mau share
#catatankopipagi ini

12/11/2017

Dicky Zen

ThankYOU ThankYOU ThankYOU 

Social Widgets powered by AB-WebLog.com.