4 Langkah sukses “MENJADI ORANG NORMAL”

(Tobat sosmed)
===

Denger kabar bahwa eFbi mau diblokir, karena katanya banyak kebocoran data, menurut saya sih untung ruginya ada juga…

Sisi untung nya adalah :
1. Hidup tidak sekedar bikin status, membuat pencitraan di sosial media, atau copas artikel.
2. Update status alay dan selfie monyongisasi akan punah¬†ūüėÄ.
3. Tidak banyak informasi hoax terpopuler yang terus-menerus berseliweran di lini masa kita.
4. kembali kejaman SMS dan telepon untuk mendapatkan update berita seseorang (ini bagi yang suka kepoh) haha.

Sisi rugi nya adalah :
1. Silaturahmi berbasis sosmed tidak akan semudah dulu, seperti yang saya sebutkan di point 4 diatas.
2. Ga bisa pedekate ke orang yang dikangenin, 3. Ga bisa update status makan dimana,
4. Ga bisa update kondisi bebeb yang sedang sakit,
5. Ga bisa jadi artis viral,
6. Ga bisa lagi pake akun kloningan untuk berubah jadi orang lain ,
7. Ga bisa dagang onlen,
8. Ga bisa bikin isu karena dishare lagi oleh jutaan orang di dunia eFBi,
9. Ga bisa pencitraan,
10. Silahkan terusin..
11.
12.

===
Dari perbandingan diatas lebih banyak untung atau ruginya?

Jujur lah…! Hahaha

Haha pasti bingung kan? ga juga yah, tapi kalo pun sudah TERLANJUR eFBi jadi lahan pencitraan yang WAH, mau itu jadi pimpinan, branding dll dan ternyata de’facto nya memang hasil sulap, berikut saya share kan langkah sukses untuk menjadi orang normal kembali dengan ruang lingkup sosial media.

( Ini bagi yang mau saja ya? Wkwkwk)

1. Jadi diri sendiri

Ingatlah… Ketika anda di sosmed namanya mawar ( ini contoh) , difoto nya hidung mancung, kulit putih atau kuning Langsat, bibir mencuat merona, rambut ikal bergelombang, tubuh tinggi semampai dan gemesin <== ( ini karena editan aplikasi) dan ternyata…. Di aslinya kebalikan nya… Jangan khawatir …! Boleh jadi memang anda harus muncul sebagai pribadi apa adanya, pribadi yang menerima dan ya begitulah anda tanpa ini itu.

2. Sadar

Bukan kah ketika era digital ini informasi baik yang berguna atau pun bersifat nyampah datang berjuta juta dan berseliweran di layar ponsel anda…?! sehingga anda tidak sadar bahwa hidup anda dan pikiran kita sudah “melekat” dengan sebuah kotak yang informatif namun juga menjebak, kenapa toooooh??

Banyak berita kesadaran nya lost karena sosial media, misalnya ;
** Godain perempuan akhirnya malah jadi kasus dan dia ga sadar, bahwa yang digoda sudah memiliki suami yang sah!
** Kasus pelakor, kasus pelecehan hingga berbagai kasus lainnya yang meresahkan banyak orang…

Woooooooooy SADAR wooi… Jadilah orang yang tahu kadar dan mampu mengukur diri dengan kesadaran, jangan sama kan orang di kotak layar dengan kenyataan, boleh jadi persepsi kita keliru, yang dinilai kita buruk bisa jadi sebaliknya, malah lebih baik dari anda…!

“…Cintai dan sayanhi dirimu sendiri, kamu itu anugerah, dan kamu itu PEMENANG…”

3. EGO

JIKA anda ingin kembali menjadi manusia “NORMAL” , pelajaran ini yang terpenting.

Kenapa judul tulisan ini langkah sukses menjadi orang normal?

Karena ;
* Boleh jadi banyak dari kita menutupi kelemahan diri dengan menjelekan orang lain

* Boleh jadi kita itu ngaku bisa ini itu,¬†hebat¬†ini itu, ujung nya anda hanya butuh satu hal… Yaitu “pengakuan” dari orang lain, karena aktualisasi diri memang butuh diakui, namun banyak kita lihat aktualisasi diri itu berlebihan sehingga berdampak buruk bagi dirinya sendiri kelak,

Padahal Yo ngaku saja, kalo ga bisa ya ga bisa, ga mampu ya ga mampu, toh orang juga memaklumi, lagian saya ingatkan, tidak semua temen Facebook mu kenal dan ngasih makan, ngapain hanya bersusah payahb demi nunggu ucapan “WAH…. KAMU¬†HEBAT¬†YAAAA..”

Lalu udah itu kamu cuma ketawa dan merasa bangga?? Wkwkwkwk

Inilah EGO mu yang minta dikasih makan,
biasa saja, dan bawa santai lah…..

4. TANGGUNG JAWAB

Anda sudah paham kan tanggungjawab apa? Jika anda menulis kan hinaan, sindiran , cercaan, makian bahkan fitnah, sudah tahu akibat nya akan apa? Anda akan paham maksud saya itu. Apalagi sudah ada UU ITE yang melindungi perkara hukum di internet,

Biasakanlah bertabayun ( mengkonfirmasi) informasi yang diterima tidak utuh itu, kenapa? Agar kita bisa paham duduk perkara, tidak ada keberpihakan dan yang terpenting menjadi ORANG NORMAL adalah

“…Tau yang akan dilakukan dan sadar apa yang dibicarakan..”

***** SIMPULAN
Coba anda renungkan, yang paling susah itu sebenarnya menjadi “ORANG BIASA” kenapa? Karena ketika anda mengaku menjadi “ORANG LUAR BIASA” dalam per-sosmed-an anda tinggal mengaku anda¬†HEBAT, bisa ini itu.. dijamin orang datang, tapi bagaimana tanggung jawab nya? Kamu lah kunci nya, baik atau buruk itulah cerita anda..

“.. Kau ikut aku tak untung, kaupun tak ikut akupun tak rugi..”

Yuhuuuu Salam Menjadi “ORANG NORMAL”

Ditulis oleh Dicky Zen

 

catatan FB Dicky Zen

Close Menu